Cara untuk membuat cv/curriculum vitae

Pada saat melamar pekerjaan, mungkin Anda ingin memastikan bahwa CV (Curriculum Vitae) Anda berbeda dengan CV (Curriculum Vitae) dari pelamar yang lain. Anda ingin  CV Anda paling tidak termasuk ke dalam kategori CV yang patut di prioritaskan di banding CV dari pelamar yang lain. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagi Artikel untuk Anda bagaimana cara membuat Curriculum Vitae yang baik.

Untuk membuat Curriculum Vitae (CV) yang tergolong pada kategori di atas, hendaknya Anda harus memastikan beberapa hal berikut ini tidak terdapat dalam Curriculum Vitae Anda.

Objektif atau tujuan.
Memang ada masanya ketika para pencari kerja merasa perlu menuliskan tujuan atau bayangan pekerjaan mereka. Ini memang bagus bagi para pencari kerja, tetapi bagi si penerima tenaga kerja biasanya menganggap akan membuang-buang waktunya saja untuk membaca objektif atau tujuan yang pelamar paparkan dalam CVnya. Kenapa ? Karena mereka justru sedang mencari seseorang yang bisa memenuhi kriteria mereka (bukan sebaliknya).

Informasi pribadi.
Dalam hal menuliskan data atau informasi pribadi pelamar, tidak perlu pelamar mencantumkan status pernikahan, selera seksual, jumlah anak, atau afiliasi politik dalam CV. Jika Anda punya Blog, bolehlah masukkan URL Blog Anda jika memang ada hubungannya dengan pekerjaan yang Anda lamar. Jangan masukkan nomor SIM, Nomor Rekening Bank, atau informasi yang sifatnya rahasia. Jika CV Anda ditolak, informasi pribadi Anda bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Gaji yang diinginkan
Diskusi gaji lebih baik dilakukan seiring proses rekrutmen. Jika Anda memang diminta menuliskan rentang gaji yang diinginkan, tuliskan rentangnya selebar mungkin dan bersiap-siaplah untuk negosiasi.

Pengalaman atau kegiatan yang tak berhubungan.
Tiada tempat bagi pengalaman kerja Anda yang tidak berhubungan. Misalnya : keanggotaan klub, atau hobbi Anda dalam CV.

Kelemahan.
Dalam wawancara kerja, sering kali muncul pertanyaan tentang kelemahan Anda. Tapi hal tersebut bukan berarti Anda boleh lebih dahulu memberi tahu pihak perusahaan tentang kelemahan Anda pada CV. Fokuslah pada kelebihan Anda.

Selanjutnya, hal yang penting untuk diingat ketika menulis CV adalah sebagai berikut :

Jangan menggunakan CV yang sama untuk semua lamaran kerja. Jauh lebih baik bila Anda “memperbaharui” sedikit CV yang akan dikirim untuk tiap lamaran, sebab jenis pekerjaan yang berbeda membutuhkan keahlian yang berbeda pula.
Jangan lupa surat lamaran. Inilah tempat Anda berkesempatan “memperkanalkan diri”, menunjukkan keahlian anda serta menjelaskan CV Anda bila ada yang janggal. Ini juga bisa jadi tempat yang tepat untuk menunjukkan pengetahuan Anda mengenai industri dan perusahaan yang dituju.

Jangan sekadar mencantumkan posisi pekerjaan terdahulu. Berikan penjelasan sedikit kepada calon bos Anda mengenai keahlian apa saja yang telah Anda dapatkan dan kaitannya dengan pekerjaan yang sedang Anda incar. Jangan lupa juga cantumkan prestasi yang Anda telah raih.
Jangan sampai ada yang salah ketik. Apalagi bila Anda salah mengetik sapaan yang harusnya “Bapak” menjadi “Ibu”. Sehebat apa pun Anda, besar kemungkinan CV Anda akan berakhir di tempat sampah.
Jangan membual. Jika Curriculum Vitae (CV) Anda lolos persaingan atau lulus seleksi, bos yang baik akan memeriksa semua keabsahan fakta yang telah anda tuliskan pada CV anda. Dia bisa bertanya ke mantan bos Anda. Jadi jika ada yang janggal di CV Anda, jelaskanlah di surat lamaran atau jelaskan langsung saat wawancara.

Sekian tips kali ini, jangan lupa ya untuk membaca artikel artikel menarik lainnya, jika anda menyukai nya tinggal di like dan follow kami agar tidak ketinggalan untuk mengikuti artikel artikel yang selalu di update oleh portwarta.

Semoga bermanfaat ya.

0 Response to "Cara untuk membuat cv/curriculum vitae"

Posting Komentar